Pages

Jumat, 18 April 2014

STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN

            Hi guys……, apa kabarnya ni??? Semoga tetep sehat dan gembira selalu….. semoga enggak bosen baca ya. Kalau bosen gak pa pa sih heheheh, yang penting kita bisa ambil manfaatnya dari ilmu yang ku tulis ini…… kali ini tentang STUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN
Mengapa ya guys tumbuhan termasuk makhluk hidup?
Bagaimana juga ya guys tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang?
Bagian-bagian tumbuhan apa saja ya dan fungsi apa ya?
Bagian-bagian tersebut antara lain akar, batang, daun, bunga, biji dan buah
bagian-bagian tumbuhan antara lain :
 
















 

A.    AKAR
Jika kita melihat bagian tumbuhan yang berdiri di atas permukaan tanah atau permukaan air maka kita hanya melihat beberapa bagian tumbuhan saja, bagaimana bentuk bagian tumbuhan yang ada di dalam tanah guys? Disebut apakah bagian tersebut? Salah satu bagian terpenting adalah akar. Akar sebagai salah satu bagian tumbuhan tidak tampak karena berada di dalam tanah atau substrat, tempat tumbuhnya akar merupakan bagian tumbuhan yang sangat penting bagi tumbuhan.Pada waktu kita menanam tanaman, jika akarnya mulai tumbuh berarti tanaman tersebut hidup dan kita bisa melihat suatu saat tanaman itu bertambah besar, tetapi agak sulit untuk menentukan dengan tepat garis batas antara akar dan batang. Batas tersebut lebih mudah dibedakan pada waktu perkecambah-an yang disebut daerah peralihan. Pertumbuhan akar akan dikontrol oleh aktivitas meristem apikal tudung akar. Maristem ini dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang berfungsi sebagai jaringan pelindung.


 Pada umumnya, akar berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuk akar sebagian besar meruncing pada ujungnya. Bentuk runcing memudahkan akar menembus tanah. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut            :

a.      Struktur Akar Dan Fungsi Fungsinya
       I.            Struktur Morfologi Akar
 stuktur luar (morfologi) akar teridi dari leher akar, badan akar, cabang akar, rambut akar, dan tudung akar. Pada bagian paling ujung dari akar terdapat jaringan meristem apikal, yang dilindungi oleh tudung akar. Tudung akar terdiri atas sel-sel parenkima yang berdinding tipis dan berbentuk kubus, penuh berisi protoplasma dan sedikit sekali vakuola. Kaliptra berfungsi menentukan arah pertumbuhan akar sesuai dengan pengaruh gaya gravitasi bumi. Di belakang meristem apikal akar terdapat daerah yang berisi sekumpulan sel besar yang memanjang, yang disebut daerah pemanjangan. Kemudian di belakangnya lagi terdapat sel-sel yang berdiferisiasi membentuk protoderma dan prokambium,
yang disebut daerah diferensiasi. Di daerah ini terjadi perubahan bentuk sel sesuai dengan funsinya. Misalnya, mulai terbentuk rambut akar oleh sel-sel epidermis.
    II.            Struktur anatomi akar
a)      Epidermis
Epidermis berasal dari kata epi yang artinya luar atau tepi dan dermis yang artinya kulit atau lapisan. Epidermis dapat diartikan sebagai kulit terluar. Secara anatomis, akar tersusun oleh tiga lapisan jaringan pokok atau tiga system jaringan, yaitu jaringan dermal (epidermis), sitem jaringan dasar (korteks), dan silinder pusat (stele).
Sel-sel epidermis akar berbentuk pipih dan berdinding tipis, umumnya satu lapis. Pada daerah dekat ujung akar, sel-sel epidermis ini termodifikasi menjadi rembut akar. Lapisan kutikula pada rambut akar sangat tipis karena berfungsi sebagai penyerap. adalah sebagai pelindung jaringan-jaringan lain yang berada di bawahnya. Namun demikian, ada beberapa bentuk modifikasi sel-sel epidermis yang tidak berkaitan dengan fungsi perlindungan, misalnya sebagai berikut.
1.    Modifikasi membentuk stomata pada permukaan daun (Gambar 2.8). Stomata sangat penting untuk menunjang proses respirasi dan fotosintesis.
2.    Modifikasi membentuk lentisel, yaitu daerah di lapisan gabus dengan susunan sel yang cukup renggang. Lentisel berperan dalam pertukaran gas di batang.
3.    Modifikasi membentuk rambut akar. Rambut akar adalah perluasan sel epidermis yang berfungsi mengoptimalkan penyerapan air dan mineral dari dalam tanah.

b)      Korteks
Korteks merupakan daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Pada korteks tersusun beberapa lapis sel berdinding tipis dengan banyak ruang antar sel. Ruang antar sel berperan sebagai tempat pertukaran gas. Di sebelah dalam epidermis berbentuk cicin yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Pada jenis tumbuhan tertentu banyak yang mengandung lentisel sebagai akar nafas.
c)      Endodermis
Lapisan terdalam dari korteks akar berkembang menjadi endodermis. Endodermis terdiri dari selapis sel yang tebal, yang menandai batas korteks. Pada sel endodermis muda terdapat penebalan dinding sel oleh zat suberin atau lignin. Penebalan tersebut membentuk rangkaian berbentuk pita yang disebut pita Caspary. Pita Caspary mencegah air masuk melintasi dinding sel. Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel pelalu (sel peresap). Endodermis berperan mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
d)     Silinder Pusat (Stele)
Silinder pusat merupakan bagian terdalam dari akar yang terdiri dari           :
¨      Perisikel/perikambium berperan membentuk cabang akar
¨      Pembuluh kayu (xylem) è mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun/sel yang berklorofil
¨      Pembuluh tapis (floem) è mengankut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan
¨       
 III.            Macam bentuk akar
1.      Akar Serabut
Akar serabut berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di pangkal batang, dan besarnya hampir sama. Akar semacam ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok.
2.      Akar Tunggang
Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo. Ada beberapa akar khusus yang hanya terdapat pada tumbuhan tertentu, antara lain, akar isap, contohnya akar benalu; akar tunjang, contohnya akar pandan; akar lekat, contohnya akar sirih; akar gantung, contohnya akar pohon beringin; akar napas, contohnya akar pohon kayu api.
b.      Proses penyerapan dan transportasi air dan garam mineral
Air dan garam mineral diserap bulu akar masuk ke dalam akar melalui epidermis, korteks, endodermis, perisikel sehingga masuk ke pembuluh kayu.
Proses pengangkuatan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu           :
§  Pengangkutan ekstravasikuler
Pengangkutan ekstravasikuler adalah pengankutan di luar berkas pembuluh angkut. Pada pengangkutan ini air dan garam mineral melalui bulu akar ® epidermis ® korteks ® endodermis ® perisikel ® xylem
§  Pengangkutan vasikuler
Pengankutan vasikuler adalah pengangkutaan yang terjadi melalui berkas pembuluh angkut yaitu xylem dan floem.
Proses penyerapan air dan garam mieral terjadi secara           :
¨      Osmosis
Osmosis adalah perpindahan zat dari larutan hipotonis (kurang pekat) menuju larutan hipertonis (lebih pekat) melalui membrane semipermeable.
¨      Difusi
Difusi adalah perpindahan zat larutan dari larutan hipertonis (lebih pekat) menuju larutan hipotonis (kurang pekat) tanpa melalui membrane semipermeable.

c.       Fungsi Akar
Bagi tumbuhan, akar memiliki beberapa kegunaan, antara lain untuk menyerap air dan zat hara untuk menunjang berdirinya tumbuhan serta untuk menyimpan cadangan makanan, fungsi lain dari akar yaitu :
§  Menyerap air dan zat hara (mineral)
Tumbuhan memerlukan air dan zat hara untuk kelangsungan hidupnya. Untuk memperoleh kebutuhannya tersebut, tumbuhan menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak mengandung air.
§  Menunjang berdirinya tumbuhan
Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras. 
§  Sebagai alat tempat pernapasan
Selain menyerap air dan zat hara, akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini mungkin dilakukan karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui pori-pori tersebut akar tumbuhan memperoleh udara dari dalam tanah.
§  Sebagai menyimpan cadangan makanan
Pada tumbuhan tertentu, seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan. Biasanya, akar pada tumbuhan tersebut akan membesar seiring banyaknya makanan cadangan yang tersimpan. Makanan cadangan ini digunakan saat menghadapi musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan. 
Manusia juga sering menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar dan wortel; sebagai obat-obatan, contohnya jahe, kunyit danakar papaya; sebagai parfum, akar bit; sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit dan lengkuas.


B.     BATANG
Batang merupakan bagian tumbuhan yang ada di atas tanah. Batang merupakan tempat keluarnya daun, bunga dan buah.Batang juga berperan dalam pengangkutan air dan zat makanan dari akar ke daun, batang juga berfungsi untuk mengedarkan mineral dan air yang diserap akar, serta zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.     

a.         Struktur Dan Fungsi Batang
a)      Struktur Morfologi Batang
Pada tumbuhan Angiospermae ada 3 tipe batang, yaitu tipe rumput (kalmus), tipe lunak berair (herbaseus atau terna), dan tipe berkayu (lignosus). Pada permukaan batang berkayu terdapat lentisel. Lentisel berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan.
b)      Stuktur Anatomi Batang

Bila batang dipotong melintang dan dilihat di bawah mikroskop akan tanpak bagian-bagian luar ke dalam yaitu    :
i.           Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar yang tersusun selapis sel yang rapat dan tidak dijumpai ruang antar sel. Untuk menghindari terhadap kekeringan epidermis batang menebal dan dilapisi katikula.
ii.         Korteks
Korteks batang tersusun atas sl-sel berdinding tipis dengan banyak ruang antar sel untuk pertukaran udara.
iii.       Endodermis
Endodermis merupakan lapisan paling dalam dari korteks dan merupakan batas antara korteks dan stele. Endodermis terdiri dari sel-sel yang mempunyai bentuk khas dan mengandung butir-butir amilum yang disebut floeoterma.
iv.       Silinder pusat (stele)
Pada stele terdapat berkas pembuluh angkut yaitu xylem dan floem. Pada tumbuhan monokotil antara xylem dan floem tidak dijumpai cambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan membesar bahkan letak xylem dan floem tidak teratur. Pada tumbuhan dikotil di antara xylem dan floem terdapat cambium sehingga dapat mengadakan pertumbuhan membesar dan letak xylem dan floem lebih teratur. Bagian terdalam dari stele dijumpai adanya empelur yang dihubungkan jari-jari empelur ke arah korteks. Aktifitas kambium diengaruhi tersediannya air dan mineral sehingga pada musim hujan cambium menghasilkan sel-sel lbih banyak bila dibandingkan musm kemarau. Akibat aktifitas cambium terbentuk lingkaran tahun.
b.        Funsi Batang
¨      Sebagai tempat tumbuhnya daun, bunga, buah dan tunas
¨      Sebagai tempat pengangkut air, garam mineral dan hasil proses fotosintesis
¨      Untuk menyimpan cadangan makanan
¨      Alat perkembang biakan secara vegetative
¨      Tempt pertukaran gas melalui lentisel

C.     DAUN
Daun dibedakan menjadi dua macam, yaitu daun lengkap dan daun tidak lengkap. Daun dikatakan lengkap jika terdiri atas tiga bagian, yaitu pelepah, tangkai, dan helaian daun. Contoh tumbuhan yang memiliki daun lengkap adalah pisang. Daun tanaman pisang terdiri atas bagian pelepah, tangkai, dan helaian daun. Daun tidak lengkap adalah daun yang hanya tersusun atas 1-2 bagian saja. Contoh tumbuhan yang memiliki daun tidak lengkap adalah mangga. Daun pohon mangga hanya terdiri atas bagian tangkai dan helaian daun saja.
i.      Struktur Morfologi Daun
Daun lengkap mempunyai bagia-bagian berupa pelepah daun atau upih daun, tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Dalam satu tangkai daun ada yang berhelaian daun satu (daun tunggal) dan ada juga yang lebih dari (daun majemuk). Daun majemuk ada yang anak daunnya tersusun menyirp dan ada yang menjari. Daun dapat dikelompokkan berdasarkan susunan atau struktur tertentu. Untuk lebih memahami tentang keanekaragaman daun, dapat dilakukan pengamatan dan pengelompokkan daun berdasarkan pedoman berikut ini.
a)      Bentuk Helaian Daun
Berdasarkan bentuk helaian daun atau dilihat dari posisi relative bagian daun yang paling lebar, daun dikelompokkan sebagai berikut.
1)      Bagian terlebar di tengah helaian daun
a.       Bentuk bundar, misalnya daun teratai
b.      Bentuk memanjang, misalnya daun srikaya
c.       Bentuk lanset, misalnya daun kamboja
2)      Bagian terlebar di bawah tengah-tengah daun
a.       Bentuk bulat telur, misalnya daun kembang sepatu
b.      Bentuk segita, misalnya daun bunga pukul empat
c.       Bentuk jantung, misalnya daun waru
d.      Bentuk panah, misalnya daun eceng gondok
3)      Bagian yang terlebar di atas tengah-engah daun
a.       Bentuk segitiga terbalik, misalnya daun semanggi
b.      Bentuk bulat telur sungsang, misalnya daun sawo kecik
4)      Bagian daun sama lebar
a.       Bentuk garis, misalnya daun dari tumbuhan rumput-rumputan
b.      Bentk pira, misalnya dau jagung
c.       Bentuk jarum, misalnya daun pinus
b)      Bentuk Ujung Daun
Bentuk ujung daun dapat dibedakan menjadi      :
1)      Runcing, umumnya terdapat pada daun bentuk bulat panjang, lanset, atau segitiga, misalnya ujung daun oleader
2)      Meruncing, misalnya ujung daun sirsak
3)      Membulat, misalnya ujung daun teratai besar
4)      Romping atau rata, misalnya ujung daun semanggi
5)      Terbelah, misalnya ujung daun bayam
6)      Berduri, misalnya daun nanas sebrang
c)      Tepi Daun
Bentuk tepi daun dapat dibedakan menjadi         :
1)      Rata, misalnya daun nangka
2)      Bergerigi, lekukan, dan tonjolan runcing, misalnya daun beluntas
3)      Beringgit, lekukan runcing, dan tonjolan tumpul, misalnya daun cocor bebek
4)      Berombak, lekukan, dan tonjolan tumpul, misalnya daun air mata pengantin

d)     Sususna Tulang Daun
Susunan tulang daun dapat dibedakan menjadi   :
1)      Menyirip, misalnya daun mangga
2)      Menjari, misalnya daun papaya
3)      Melengkung, misalnya daun gadung
4)      Sejajar, misalnya daun teki-tekian
ii.    Struktur Morfologi Daun
Seperti halnya batang dan akar, secara anatomis, daun tersusun atas tiga system jaringa, yakni jaringan dermal (epidermis), jaringan dasar (parenkima), dan jaringan pembuluh (vascular).





a.       Epidermis
Epidermis merupakan lapisan trluar daun. Pada epidermis dapat membentuk stomata yang berguna untuk pertukaran gas dan dapat membentuk trikoma. Untuk melindungi terhadap lingkungan yang kering epidermis mengalami modifikasi membentuk lapisan lilin (kutikula).
b.      Parenkim (Jaringan Dasar)
Parenkim pada daun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu           :
1.      Palisade parenkim/jaringan tiang/jaringan pagar yang sel-selnya tersusun rapat dan kaya kloroplas sehingga berguna untuk fotosintesis
2.      Spons parenkim/jaringan bunga karang yaitu jaringan yang sel-selnya mempunyai bentuk tidak teratur dan sedikit kloroplas. Berfungsi untuk fotosintesis dan menampung CO2
c.       Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh berupa berkas pengangkut (xylem dan floem). Pada daun, jaringan pembuluh terdapat di tualng daun dan mempunyai susunan seperti pada batangnya. Semakin dekat dengan ujung tulang daun semakin dekat sederhana.
iii.  Fungsi Daun
a)         Sebagai tempat fotosintesis, yang terjadi di mesofil (palisade atau spons)
b)        Sebagai tempat pertukaran gas, yang terjadi di stomata
c)         Sebagai tempat transpirasi
d)        Tempat pengeluaran zat
e)         Alat perkmang biakan vegetative

D.    BUNGA
Bunga merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan pada kelompok Angiospermae. Bunga sangat penting untuk perkembangbiakkan tumbuhan karena pada bunga terdapat alat-alat reproduksi, yaitu putik , benangsari, dan kandung lembaga.

        i.            Struktur Bunga
Apabila kita amati bunga memiliki bagian-bagian diantaranya          :
a.       Kelopak Bunga (Kaliks/Calyx)
Kelopak bunga merupakan `bagian terluar dari bunga dan berwarna hijau/berwarna lain. Kelopak bunga berfungsi melindungi bunga saat masih kuncup.
b.      Mahkota Bunga (Corolla)
Mahkota bunga tersusun atas daun mahkota (petala). Mahkota bunga bentuknya lebih besar dan kebanyakan berwarna menarik sehingga dapat menarik  perhatian serangga. Mahkota bunga berfungsi     :
1)      Membantu penyerbukan
2)      Melindungi alat perkembangbiakan
c.       Benang Sari (Stamen)
Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari terdiri dari :
1)      Tangkai sari
2)      Kepala sari yang di dalamnya mengandung serbuk sari
d.      Putik (Pistillum)
Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Pada putik terdapat         :
1)    Kepala putik sebagai tempat masuknya benang sari
2)    Tangkai putik
3)    Bakal buah yang mengandung baal biji



Berdasarkan kelengkapan bunga dibedakan           :
1.      Bunga lengkap yaitu bunga yang memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari dan putik
2.      Bunga tidak lengkap yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu dari kelengkapan bunga
Berdasarkan adanya benang sari dan putik bunga dibedakan menjadi     :
1.      Bunga sempurna yaitu bunga yang memiiliki benang sari dan putik
2.      Bunga tidak sempurna yaitu bunga yang hanya memiliki benang sari saja atau putik saja
Fungsi bunga secara umum adalah sebagai alat perkemangbiakan secara generative.

E.     BUAH
Buah berbentuk dar i bakal buah yang  terdapat di dalam putik setelah terjadi pembuahan.
Proses pembentukan buah dan biji
Dari hasil penyerbukan dimana setelah bertemunya sel kelamin jantan dengan sel telur akan berbentuk zigot kemudian tumbuh menjadi embrio yang diikuti terbentuknya buah dari bakal buah dan terbentuknya biji dari bakal biji.
Buah dibedakan menjai dua yaitu      :
1.      Buah sejati yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah. Contohnya  : buah semangka, buah mangga
2.      Buah semu yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain dari bunga. Contohnya       : buah nangka
Bagian nangka yang sering dimakan adalah daun bunga yang berdaging yang tumbuh bersatu bukan buah sesungguhnya.
Buah pisang merupan contoh bakal buah yang tumbuh menjadi buah tanpa melalui pembuahan yang dikenal dengan istilah Partenogenesis.
F.      BIJI
Biji merupakan alat perkembangbiakan generative karena di dalam biji terdapat lembaga (calon individu baru).
Pada umumnya biji terdiri dari tiga bagian yaitu        :
1.      Kulit biji (spermodermis)
2.      Tali pusat (funiculus)
3.      Inti biji (nucleus seminis)
Kulit biji pada tumbuhan Angiospermae terdri dari dua lapis yaitu   :
1.      Lapisan luar (testa) biasanya tipis dan keras
2.      Lapisan dalam (tegman) biasanya tipis seperti selaput
Kulit biji pada Gymnospermae terdiri dari tiga lapis yaitu     :
1.      Lapisan luar, biasanya tebal dan berdaging
2.      Lapisan tengah, biasanya keras, kuat dan berkayu
3.      Lapisan dalam, biasanya seperti selaput
Tali pusat adalah biji yang menghubungkan biji dengan plasenta (papan biji). Inti biji adalah seluruh bagian biji yang terdapat di dalam kulit ari.
Dalam inti biji teradapat         :
1.      Lembaga (embrio)
2.      Endosperm (putik lembaga ) yang berguna sebagai cadangan makanan bagi embrio

PERBEDAAN ANTARA TUMBUHAN MONOKOTIL DENGAN TUMBUHAN DIKOTIL
No.
Bagian yang dibedakan
Tumbuhan
monokotil
Dikotil
1.
Akar
§     Serabut
§    Tunggang
2.
Batang
§     Tidak bercabang
§     Tidak berkambium
§     Ruasnya tidak jelas
§    Bercabang
§    Berkambium
§    Ruasnya jelas
3.
Tulang daun
§     Pertulangan daun sejajar/melengkung
§     Berurat daun sejajar dan dihubungkan dengan urat-urat lintang
§     Daun berpelepah
§     Parenkima mesofil umumnya tidak terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang
§    Pertulangan daun menjari/menyirip
§    Berurat daun
§    Daun tidak berpelepah
§    Parenkima mesofil terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang
4.
Bunga
§     Jumlah daun mahkota (petal) dan bagian-bagian bunga yang lain biasanya kelipatan tiga
§    Jumlah daun mahkota (petal) dan bagian-bagian bunga yang lain biasanya kelipatan empat atau lima
5.
Buah
§     Berkeping satu
§    Berkeping dua

2 macam pertumbuhan            :
1.      Teori Histogen è Hanstein
·         Dermatogens   : epidermis
·         Periblem          : korteks
·         Plerom             : silinder pusat
2.      Teori Tunica Corpus è Schmit
·         Tunica             : titik-titik pertumbuhan
·         Corpus             : jaringan – jaringan tumbuhan


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 ريانديسكا. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates by Buy My Themes.