Hi
guys……, apa kabarnya ni??? Semoga tetep sehat dan gembira selalu….. semoga
enggak bosen baca ya. Kalau bosen gak pa pa sih heheheh, yang penting kita bisa
ambil manfaatnya dari ilmu yang ku tulis ini…… kali ini tentang STUKTUR DAN
FUNGSI TUMBUHAN
Mengapa
ya guys tumbuhan termasuk makhluk hidup?
Bagaimana
juga ya guys tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang?
Bagian-bagian
tumbuhan apa saja ya dan fungsi apa ya?
Bagian-bagian
tersebut antara lain akar, batang, daun, bunga, biji dan buah
bagian-bagian tumbuhan antara lain :
A. AKAR
Jika kita melihat bagian
tumbuhan yang berdiri di atas permukaan tanah atau permukaan air maka kita
hanya melihat beberapa bagian tumbuhan saja, bagaimana bentuk bagian tumbuhan
yang ada di dalam tanah guys? Disebut apakah bagian tersebut? Salah satu bagian
terpenting adalah akar. Akar sebagai salah satu bagian tumbuhan tidak tampak
karena berada di dalam tanah atau substrat, tempat tumbuhnya akar merupakan
bagian tumbuhan yang sangat penting bagi tumbuhan.Pada waktu kita menanam
tanaman, jika akarnya mulai tumbuh berarti tanaman tersebut hidup dan kita bisa
melihat suatu saat tanaman itu bertambah besar, tetapi agak sulit untuk
menentukan dengan tepat garis batas antara akar dan batang. Batas tersebut
lebih mudah dibedakan pada waktu perkecambah-an yang disebut daerah peralihan. Pertumbuhan akar akan
dikontrol oleh aktivitas meristem apikal
tudung akar. Maristem ini dilindungi oleh tudung
akar (kaliptra) yang berfungsi sebagai jaringan pelindung.
Pada umumnya, akar berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
Bentuk akar sebagian besar meruncing pada ujungnya. Bentuk runcing memudahkan
akar menembus tanah. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut :
a. Struktur
Akar Dan Fungsi Fungsinya
I.
Struktur Morfologi Akar
stuktur luar (morfologi) akar teridi dari
leher akar, badan akar, cabang akar, rambut akar, dan tudung akar. Pada bagian
paling ujung dari akar terdapat jaringan meristem apikal, yang dilindungi oleh
tudung akar. Tudung akar terdiri atas sel-sel parenkima yang berdinding tipis
dan berbentuk kubus, penuh berisi protoplasma dan sedikit sekali vakuola. Kaliptra berfungsi menentukan arah
pertumbuhan akar sesuai dengan pengaruh gaya gravitasi bumi. Di belakang
meristem apikal akar terdapat daerah yang berisi sekumpulan sel besar yang
memanjang, yang disebut daerah
pemanjangan. Kemudian di belakangnya lagi terdapat sel-sel yang
berdiferisiasi membentuk protoderma dan prokambium,
yang disebut daerah diferensiasi. Di daerah ini
terjadi perubahan bentuk sel sesuai dengan funsinya. Misalnya, mulai terbentuk
rambut akar oleh sel-sel epidermis.
II.
Struktur anatomi akar
a)
Epidermis
Epidermis berasal dari kata epi yang artinya
luar atau tepi dan dermis yang artinya kulit atau lapisan.
Epidermis dapat diartikan sebagai kulit terluar. Secara anatomis, akar tersusun oleh tiga lapisan jaringan pokok
atau tiga system jaringan, yaitu jaringan dermal (epidermis), sitem jaringan
dasar (korteks), dan silinder pusat (stele).
Sel-sel epidermis akar berbentuk pipih dan berdinding tipis,
umumnya satu lapis. Pada daerah dekat ujung akar, sel-sel epidermis ini
termodifikasi menjadi rembut akar. Lapisan kutikula pada rambut akar sangat
tipis karena berfungsi sebagai penyerap. adalah sebagai pelindung jaringan-jaringan lain yang berada di
bawahnya. Namun demikian, ada beberapa bentuk modifikasi sel-sel epidermis yang
tidak berkaitan dengan fungsi perlindungan, misalnya sebagai berikut.
1. Modifikasi membentuk stomata pada
permukaan daun (Gambar 2.8). Stomata sangat penting untuk menunjang
proses respirasi dan fotosintesis.
2. Modifikasi membentuk lentisel,
yaitu daerah di lapisan gabus dengan susunan sel yang cukup renggang. Lentisel
berperan dalam pertukaran gas di batang.
3.
Modifikasi
membentuk rambut akar. Rambut akar adalah perluasan sel epidermis
yang berfungsi mengoptimalkan penyerapan air dan mineral
dari dalam tanah.
b)
Korteks
Korteks merupakan daerah antara epidermis
dengan silinder pusat. Pada korteks tersusun beberapa lapis sel berdinding
tipis dengan banyak ruang antar sel. Ruang antar sel berperan sebagai tempat
pertukaran gas. Di sebelah dalam
epidermis berbentuk cicin yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Pada
jenis tumbuhan tertentu banyak yang mengandung lentisel sebagai akar nafas.
c)
Endodermis
Lapisan terdalam dari korteks akar berkembang
menjadi endodermis. Endodermis terdiri dari selapis sel yang tebal, yang
menandai batas korteks. Pada sel endodermis muda terdapat penebalan dinding sel
oleh zat suberin atau lignin. Penebalan tersebut membentuk rangkaian berbentuk
pita yang disebut pita Caspary. Pita
Caspary mencegah air masuk melintasi dinding sel. Untuk masuk ke silinder
pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel pelalu (sel peresap). Endodermis
berperan mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
d)
Silinder
Pusat (Stele)
Silinder pusat merupakan bagian terdalam dari
akar yang terdiri dari :
¨ Perisikel/perikambium berperan membentuk
cabang akar
¨ Pembuluh kayu (xylem) è mengangkut air dan
garam mineral dari akar menuju daun/sel yang berklorofil
¨ Pembuluh tapis (floem) è mengankut hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan
¨
III.
Macam bentuk akar
1. Akar Serabut
Akar
serabut berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di
pangkal batang, dan besarnya hampir sama. Akar semacam ini dimiliki oleh
tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan
tumbuhan hasil mencangkok.
2. Akar Tunggang
Akar
tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan
kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar
utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini
dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga,
jeruk, dan melinjo. Ada beberapa akar khusus yang hanya terdapat pada tumbuhan
tertentu, antara lain, akar isap, contohnya akar benalu; akar tunjang,
contohnya akar pandan; akar lekat, contohnya akar sirih; akar gantung,
contohnya akar pohon beringin; akar napas, contohnya akar pohon kayu api.
b. Proses penyerapan dan transportasi air dan garam
mineral
Air dan garam mineral diserap bulu akar masuk ke dalam akar
melalui epidermis, korteks, endodermis, perisikel sehingga masuk ke pembuluh
kayu.
Proses pengangkuatan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :
§ Pengangkutan ekstravasikuler
Pengangkutan
ekstravasikuler adalah pengankutan di luar berkas pembuluh angkut. Pada
pengangkutan ini air dan garam mineral melalui bulu akar ® epidermis ® korteks ® endodermis ® perisikel ® xylem
§ Pengangkutan vasikuler
Pengankutan vasikuler
adalah pengangkutaan yang terjadi melalui berkas pembuluh angkut yaitu xylem
dan floem.
Proses penyerapan air dan garam mieral terjadi secara :
¨ Osmosis
Osmosis adalah
perpindahan zat dari larutan hipotonis (kurang pekat) menuju larutan hipertonis
(lebih pekat) melalui membrane semipermeable.
¨ Difusi
Difusi adalah
perpindahan zat larutan dari larutan hipertonis (lebih pekat) menuju larutan
hipotonis (kurang pekat) tanpa melalui membrane semipermeable.
c.
Fungsi Akar
Bagi
tumbuhan, akar memiliki beberapa kegunaan, antara lain untuk menyerap air dan
zat hara untuk menunjang berdirinya tumbuhan serta untuk menyimpan cadangan
makanan, fungsi lain dari akar yaitu :
§ Menyerap air dan zat hara (mineral)
Tumbuhan memerlukan air
dan zat hara untuk kelangsungan hidupnya. Untuk memperoleh kebutuhannya
tersebut, tumbuhan menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh
karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak
mengandung air.
§ Menunjang berdirinya tumbuhan
Akar yang tertancap ke
dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat
berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari
terjangan angin kencang dan hujan deras.
§ Sebagai alat tempat pernapasan
Selain menyerap air dan
zat hara, akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini mungkin dilakukan
karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui pori-pori tersebut akar tumbuhan
memperoleh udara dari dalam tanah.
§ Sebagai menyimpan cadangan makanan
Pada tumbuhan tertentu,
seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat menyimpan makanan
cadangan. Biasanya, akar pada tumbuhan tersebut akan membesar seiring banyaknya
makanan cadangan yang tersimpan. Makanan cadangan ini digunakan saat menghadapi
musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan.
Manusia juga sering
menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai sumber
makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar dan wortel; sebagai obat-obatan, contohnya
jahe, kunyit danakar papaya; sebagai parfum, akar bit; sebagai bumbu, contohnya
jahe, kunyit dan lengkuas.
B. BATANG
Batang merupakan
bagian tumbuhan yang ada di atas tanah. Batang merupakan tempat keluarnya daun,
bunga dan buah.Batang juga berperan dalam pengangkutan air dan zat makanan dari
akar ke daun, batang juga berfungsi untuk mengedarkan mineral dan air yang
diserap akar, serta zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian
tubuh.
a.
Struktur Dan Fungsi
Batang
a) Struktur Morfologi Batang
Pada tumbuhan Angiospermae ada 3 tipe batang,
yaitu tipe rumput (kalmus), tipe lunak berair (herbaseus atau terna), dan tipe
berkayu (lignosus). Pada permukaan batang berkayu terdapat lentisel. Lentisel
berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan.
b) Stuktur Anatomi Batang
Bila batang dipotong melintang dan dilihat di
bawah mikroskop akan tanpak bagian-bagian luar ke dalam yaitu :
i.
Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar yang tersusun selapis sel
yang rapat dan tidak dijumpai ruang antar sel. Untuk menghindari terhadap
kekeringan epidermis batang menebal dan dilapisi katikula.
ii.
Korteks
Korteks batang tersusun atas sl-sel berdinding tipis dengan
banyak ruang antar sel untuk pertukaran udara.
iii.
Endodermis
Endodermis merupakan lapisan paling dalam dari korteks dan
merupakan batas antara korteks dan stele. Endodermis terdiri dari sel-sel yang
mempunyai bentuk khas dan mengandung butir-butir amilum yang disebut
floeoterma.
iv.
Silinder pusat (stele)
Pada stele terdapat berkas pembuluh angkut yaitu xylem dan
floem. Pada tumbuhan monokotil antara xylem dan floem tidak dijumpai cambium
sehingga tidak mengalami pertumbuhan membesar bahkan letak xylem dan floem
tidak teratur. Pada tumbuhan dikotil di antara xylem dan floem terdapat cambium
sehingga dapat mengadakan pertumbuhan membesar dan letak xylem dan floem lebih
teratur. Bagian terdalam dari stele dijumpai adanya empelur yang dihubungkan
jari-jari empelur ke arah korteks. Aktifitas kambium diengaruhi tersediannya
air dan mineral sehingga pada musim hujan cambium menghasilkan sel-sel lbih
banyak bila dibandingkan musm kemarau. Akibat aktifitas cambium terbentuk
lingkaran tahun.
b.
Funsi Batang
¨ Sebagai tempat tumbuhnya daun, bunga, buah dan
tunas
¨ Sebagai tempat pengangkut air, garam mineral
dan hasil proses fotosintesis
¨ Untuk menyimpan cadangan makanan
¨ Alat perkembang biakan secara vegetative
¨ Tempt pertukaran gas melalui lentisel
C.
DAUN
Daun dibedakan menjadi
dua macam, yaitu daun lengkap dan daun tidak lengkap. Daun dikatakan lengkap
jika terdiri atas tiga bagian, yaitu pelepah, tangkai, dan helaian daun. Contoh
tumbuhan yang memiliki daun lengkap adalah pisang. Daun tanaman pisang terdiri
atas bagian pelepah, tangkai, dan helaian daun. Daun tidak lengkap adalah daun
yang hanya tersusun atas 1-2 bagian saja. Contoh tumbuhan yang memiliki daun
tidak lengkap adalah mangga. Daun pohon mangga hanya terdiri atas bagian
tangkai dan helaian daun saja.
i.
Struktur Morfologi
Daun
Daun lengkap mempunyai bagia-bagian berupa
pelepah daun atau upih daun, tangkai daun (petiolus), dan helaian daun
(lamina). Dalam satu tangkai daun ada yang berhelaian daun satu (daun tunggal)
dan ada juga yang lebih dari (daun majemuk). Daun majemuk ada yang anak daunnya
tersusun menyirp dan ada yang menjari. Daun dapat dikelompokkan berdasarkan
susunan atau struktur tertentu. Untuk lebih memahami tentang keanekaragaman
daun, dapat dilakukan pengamatan dan pengelompokkan daun berdasarkan pedoman
berikut ini.
a)
Bentuk Helaian Daun
Berdasarkan bentuk helaian daun atau dilihat dari posisi
relative bagian daun yang paling lebar, daun dikelompokkan sebagai berikut.
1)
Bagian terlebar di
tengah helaian daun
a.
Bentuk bundar,
misalnya daun teratai
b.
Bentuk memanjang,
misalnya daun srikaya
c.
Bentuk lanset,
misalnya daun kamboja
2)
Bagian terlebar di
bawah tengah-tengah daun
a.
Bentuk bulat telur,
misalnya daun kembang sepatu
b.
Bentuk segita,
misalnya daun bunga pukul empat
c.
Bentuk jantung,
misalnya daun waru
d.
Bentuk panah, misalnya
daun eceng gondok
3)
Bagian yang terlebar
di atas tengah-engah daun
a.
Bentuk segitiga
terbalik, misalnya daun semanggi
b.
Bentuk bulat telur
sungsang, misalnya daun sawo kecik
4)
Bagian daun sama lebar
a.
Bentuk garis, misalnya
daun dari tumbuhan rumput-rumputan
b.
Bentk pira, misalnya
dau jagung
c.
Bentuk jarum, misalnya
daun pinus
b)
Bentuk Ujung Daun
Bentuk ujung daun dapat dibedakan menjadi :
1)
Runcing, umumnya
terdapat pada daun bentuk bulat panjang, lanset, atau segitiga, misalnya ujung
daun oleader
2)
Meruncing, misalnya
ujung daun sirsak
3)
Membulat, misalnya
ujung daun teratai besar
4)
Romping atau rata,
misalnya ujung daun semanggi
5)
Terbelah, misalnya
ujung daun bayam
6)
Berduri, misalnya daun
nanas sebrang
c)
Tepi Daun
Bentuk tepi daun dapat dibedakan menjadi :
1)
Rata, misalnya daun
nangka
2)
Bergerigi, lekukan,
dan tonjolan runcing, misalnya daun beluntas
3)
Beringgit, lekukan
runcing, dan tonjolan tumpul, misalnya daun cocor bebek
4)
Berombak, lekukan, dan
tonjolan tumpul, misalnya daun air mata pengantin
d)
Sususna Tulang Daun
Susunan tulang daun dapat dibedakan menjadi :
1)
Menyirip, misalnya
daun mangga
2)
Menjari, misalnya daun
papaya
3)
Melengkung, misalnya
daun gadung
4)
Sejajar, misalnya daun
teki-tekian
ii.
Struktur Morfologi
Daun
Seperti halnya batang dan akar, secara anatomis,
daun tersusun atas tiga system jaringa, yakni jaringan dermal (epidermis),
jaringan dasar (parenkima), dan jaringan pembuluh (vascular).
a. Epidermis
Epidermis
merupakan lapisan trluar daun. Pada epidermis dapat membentuk stomata yang berguna
untuk pertukaran gas dan dapat membentuk trikoma. Untuk melindungi terhadap
lingkungan yang kering epidermis mengalami modifikasi membentuk lapisan lilin
(kutikula).
b. Parenkim (Jaringan Dasar)
Parenkim pada daun dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Palisade parenkim/jaringan tiang/jaringan pagar
yang sel-selnya tersusun rapat dan kaya kloroplas sehingga berguna untuk
fotosintesis
2. Spons parenkim/jaringan bunga karang yaitu
jaringan yang sel-selnya mempunyai bentuk tidak teratur dan sedikit kloroplas. Berfungsi
untuk fotosintesis dan menampung CO2
c. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh berupa
berkas pengangkut (xylem dan floem). Pada daun, jaringan pembuluh terdapat di
tualng daun dan mempunyai susunan seperti pada batangnya. Semakin dekat dengan
ujung tulang daun semakin dekat sederhana.
iii. Fungsi Daun
a)
Sebagai tempat
fotosintesis, yang terjadi di mesofil (palisade atau spons)
b)
Sebagai tempat
pertukaran gas, yang terjadi di stomata
c)
Sebagai tempat
transpirasi
d)
Tempat pengeluaran zat
e)
Alat perkmang biakan vegetative
D. BUNGA
Bunga merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai alat
perkembangbiakan pada kelompok Angiospermae. Bunga sangat penting untuk
perkembangbiakkan tumbuhan karena pada bunga terdapat alat-alat reproduksi,
yaitu putik , benangsari, dan kandung lembaga.
i.
Struktur Bunga
Apabila kita amati bunga memiliki
bagian-bagian diantaranya :
a.
Kelopak Bunga (Kaliks/Calyx)
Kelopak bunga merupakan `bagian terluar dari bunga dan berwarna
hijau/berwarna lain. Kelopak bunga berfungsi melindungi bunga saat masih
kuncup.
b.
Mahkota Bunga (Corolla)
Mahkota bunga tersusun atas daun mahkota (petala). Mahkota bunga
bentuknya lebih besar dan kebanyakan berwarna menarik sehingga dapat
menarik perhatian serangga. Mahkota
bunga berfungsi :
1)
Membantu penyerbukan
2)
Melindungi alat
perkembangbiakan
c.
Benang Sari (Stamen)
Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga. Benang
sari terdiri dari :
1)
Tangkai sari
2)
Kepala sari yang di
dalamnya mengandung serbuk sari
d.
Putik (Pistillum)
Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Pada putik
terdapat :
1) Kepala putik sebagai tempat masuknya benang
sari
2) Tangkai putik
3)
Bakal buah yang
mengandung baal biji
Berdasarkan
kelengkapan bunga dibedakan :
1.
Bunga lengkap yaitu bunga yang memiliki kelopak bunga,
mahkota bunga, benang sari dan putik
2.
Bunga tidak lengkap yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu
dari kelengkapan bunga
Berdasarkan
adanya benang sari dan putik bunga dibedakan menjadi :
1.
Bunga sempurna yaitu bunga yang memiiliki benang sari dan
putik
2.
Bunga tidak sempurna yaitu bunga yang hanya memiliki benang sari
saja atau putik saja
Fungsi bunga secara
umum adalah sebagai alat perkemangbiakan secara generative.
E. BUAH
Buah berbentuk dar i bakal buah yang terdapat di dalam putik setelah terjadi
pembuahan.
Proses pembentukan
buah dan biji
Dari hasil penyerbukan
dimana setelah bertemunya sel kelamin jantan dengan sel telur akan berbentuk
zigot kemudian tumbuh menjadi embrio yang diikuti terbentuknya buah dari bakal
buah dan terbentuknya biji dari bakal biji.
Buah dibedakan menjai
dua yaitu :
1.
Buah sejati yaitu buah
yang terbentuk dari bakal buah. Contohnya :
buah semangka, buah mangga
2.
Buah semu yaitu buah
yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain dari bunga. Contohnya : buah nangka
Bagian nangka yang
sering dimakan adalah daun bunga yang berdaging yang tumbuh bersatu bukan buah
sesungguhnya.
Buah pisang merupan
contoh bakal buah yang tumbuh menjadi buah tanpa melalui pembuahan yang dikenal
dengan istilah Partenogenesis.
F. BIJI
Biji merupakan alat
perkembangbiakan generative karena di dalam biji terdapat lembaga (calon
individu baru).
Pada umumnya biji
terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.
Kulit biji (spermodermis)
2.
Tali pusat (funiculus)
3.
Inti biji (nucleus
seminis)
Kulit biji pada
tumbuhan Angiospermae terdri dari dua lapis yaitu :
1.
Lapisan luar (testa)
biasanya tipis dan keras
2.
Lapisan dalam (tegman)
biasanya tipis seperti selaput
Kulit biji pada
Gymnospermae terdiri dari tiga lapis yaitu :
1.
Lapisan luar, biasanya
tebal dan berdaging
2.
Lapisan tengah,
biasanya keras, kuat dan berkayu
3.
Lapisan dalam,
biasanya seperti selaput
Tali pusat adalah biji
yang menghubungkan biji dengan plasenta (papan biji). Inti biji adalah seluruh
bagian biji yang terdapat di dalam kulit ari.
Dalam inti biji teradapat :
1.
Lembaga (embrio)
2.
Endosperm (putik
lembaga ) yang berguna sebagai cadangan makanan bagi embrio
PERBEDAAN ANTARA TUMBUHAN MONOKOTIL DENGAN TUMBUHAN DIKOTIL
|
No.
|
Bagian yang dibedakan
|
Tumbuhan
|
|
|
monokotil
|
Dikotil
|
||
|
1.
|
Akar
|
§ Serabut
|
§ Tunggang
|
|
2.
|
Batang
|
§ Tidak bercabang
§ Tidak berkambium
§ Ruasnya tidak jelas
|
§ Bercabang
§ Berkambium
§ Ruasnya jelas
|
|
3.
|
Tulang daun
|
§ Pertulangan daun sejajar/melengkung
§ Berurat daun sejajar dan dihubungkan dengan
urat-urat lintang
§ Daun berpelepah
§ Parenkima mesofil umumnya tidak
terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang
|
§ Pertulangan daun menjari/menyirip
§ Berurat daun
§ Daun tidak berpelepah
§ Parenkima mesofil terdiferensiasi menjadi jaringan
tiang dan bunga karang
|
|
4.
|
Bunga
|
§ Jumlah daun mahkota (petal) dan bagian-bagian
bunga yang lain biasanya kelipatan tiga
|
§ Jumlah daun mahkota (petal) dan bagian-bagian
bunga yang lain biasanya kelipatan empat atau lima
|
|
5.
|
Buah
|
§ Berkeping satu
|
§ Berkeping dua
|
2 macam pertumbuhan :
1. Teori
Histogen è
Hanstein
·
Dermatogens : epidermis
·
Periblem :
korteks
·
Plerom :
silinder pusat
2. Teori
Tunica Corpus è
Schmit
·
Tunica :
titik-titik pertumbuhan
·
Corpus :
jaringan – jaringan tumbuhan





0 komentar:
Posting Komentar